Teori-teori
kepemimpinan dapat dikelompokkan menjadi enam teori, yaitu:
1.
Teori
orang-orang terkemuka.
Teori ini disusun
berdasarkan cara induktif dengan mempelajari sifat-sifat yang menonjol dari
pimpinan atas keberhasilan tugas yang dijalankan, terutama kemampuan untuk
memimpin, diasumsikan bahwa pemimpin-pemimpin yang berhasil memainkan peranan
yang memiliki sifat-sifat unik dan kualifikasinya adalah superior. Teori ini
disebut juga dengan teori serba sifat.
2.
Teori
lingkungan
Teori ini menganggap
bahwa kepemimpinan didapatkan terutama karena faktor lingkungan sosial yang
merupakan tantangan untuk dapat diatasi. Selain itu seorang pemimpin tergantung
pada zaman dimana ia hidup untuk menyelesaikan masalah-masalah relevan dengan
situasi dewasa ini. Situasi lingkungan sosial merangsang agar pemimpin
melakukan kegiatan-kegiatan yang relevan dengan problema-problema yang ada pada
waktu tertentu, sehingga menghasilkan tipe kepemimpinan tertentu misalnya :
pada masa perang, krisis, reformasi, globalisasi, akan muncul kepemimpinan yang
relevan pada saat itu.
3.
Teori
situasi personal
Teori ini menganggap
individu memiliki kemampuan-kemampuan tertentu seperti kemampuan, sikap dan
tingkah laku yang dapat mengoperasikan aktivitasnya berdasarkan kondisi saat
itu. Oleh karenanya masalah kepemimpinan ditentukan juga oleh kepribadian
pemimpinnya, kelompok yang dipimpin, kejadian-kejadian yang timbul saat itu.
Interaksi antara pemimpin dengan situasinya membentuk tipe-tipe kepemimpinan
tertentu.
4.
Teori
interaksi harapan
Teori ini dikemukakan
berdasarkan tiga variable, yaitu : aktivitas, interaksi, dan sentiment.
Struktur interaksi akan menentukan arah aktivitas, sehingga pemimpin harus
dapat menciptakan suatu struktur interaksi dimana struktur ini merupakan
stimulasi terciptanya suatu suasana yang relevan dengan harapan-harapan dari
masyarakat.
5.
Teori
humanistik
Teori ini menyatakan
bahwa fungsi kepemimpinan adalah mengatur kebebasan individu untuk dapat
merealisasikan motivasi rakyatnya agar dapat bersama-sama mencapai tujuan. Yang
terpenting dalam teori ini adalah unsur organisasi yang baik dan dapat
memperhatikan kebutuhan anggotanya.
6.
Teori
pertukaran
Teori ini menganggap
bahwa interaksi sosial akan menghasilkan bentuk perubahan-perubahan dimana para
pengikutnya akan berpartisipasi aktif. Pemimpin dan kepemimpinan banyak
diharapkan mengadakan interaksi untuk menunjang keberhasilan dari
kepemimpinanya sehingga para anggotnya merasa dihargai dan adanya kepuasan
serta penghargaan terhadap pimpinan. Dengan demikian akan terjalin suatu
keseimbangan yang positif untuk adanya kebersamaan persepsi terhadap tujuan
yang akan dicapai, sehingga pengikut maupun pimpinan secara bersama-sama
merasakan kepuasan dalam mencapai harapan-harapannya.
Teori ini
menganggap bahwa interaksi sosial akan menghasilkan bentuk perubahan-perubahan
dimana para pengikutnya akan berpartisipasi aktif. Pemimpin dan kepemimpinan
banyak diharapkan mengadakan interaksi untuk menunjang keberhasilan dari
kepemimpinanya sehingga para anggotnya merasa dihargai dan adanya kepuasan
serta penghargaan terhadap pimpinan. Dengan demikian akan terjalin suatu
keseimbangan yang positif untuk adanya kebersamaan persepsi terhadap tujuan
yang akan dicapai, sehingga pengikut maupun pimpinan secara bersama-sama
merasakan kepuasan dalam mencapai harapan-harapannya.
LOGIKA
Teori
kepemimpinan dibagi menjadi 6, yaitu:
1. Teori orang-orang terkemuka
Teori ini merupakan teori yang mempelajari sifat-sifat pemimpin yang
sudah diakui kualitasnya, pemimpin yang benar-benar berhasil. Teori ini disebut
juga teori serba sifat.
2. Teori lingkungan
Teori ini memganggap bahwa kepemimpinan didapetkan pada faktor lingkungan
sosial yang dianggap bahawa pada setiap keadaannya merupakan tantangan untuk
dapat diatasi. Setiap keadaan lingkungan sosial yang berubah-ubah ini nantinya
dmembuat si pemimpin dapat melakukan kegiatan-kegitan dengan segala problemnya.
3. Teori situasi personal
Teori ini menganggap individu memiliki kemampuan-kemampuan tertentu
seperti kemampuan, sikap dan tingkah laku yang dapat mengoperasikan
aktivitasnya berdasarkan kondisi saat itu.
4. Teori interaksi harapan
Teori ini dikemukakan berdasarkan tiga variable, yaitu : aktivitas,
interaksi, dan sentiment.
5. Teori humanistik
Pemimpin pada teori humanistik ini mempunyai unsur yang baik karena
memperhatikan kepentingan setiap anggotanya.
6. Teori pertukaran
Teori ini menganggap bahwa interaksi sosial akan menghasilkan bentuk
perubahan-perubahan dimana para pengikutnya akan berpartisipasi aktif.Teori ini
menganggap bahwa interaksi sosial akan menghasilkan bentuk perubahan-perubahan
dimana para pengikutnya akan berpartisipasi aktif.
No comments:
Post a Comment