Tidak mudah
untuk melakukan komunikasi secara efektif. Bahkan beberapa ahli komunikasi
menyatakan bahwa tidak mungkinlah seseorang melakukan komunikasi yang
sebenar-benarnya efektif. Ada banyak hambatan yang bisa merusak komunikasi. Ada
beberapa hal yang merupakan hambatan komunikasi yang harus menjadi perhatian
bagi komunikator kalau ingin komunikasinya sukses.Proses
komunikasi merupakan suatu proses yang sangat kompleks sehingga permasalahan
dapat terjadi pada tingkat individu, kelompok, maupun organisasi. Di dalam komunikasi selalu
ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi.
Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan
dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.Hambatan
adalah gangguan yaitu segala sesuatu yang menganggu kelancaran komunikasi serta
akan menghambat kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan.
.A. Macam-Macam Hambatan Komunikasi
Berdasarkan
sifat hambatan, hambatan komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Hambatan Objektif
b. Hambatan Subjektif
Sedangkan
kalau diklasifikasikan hambatan komunikasi meliputi :
a. Gangguan
b. Kepentingan
c. Motivasi
d. Prasangka
e. Evasi Komunikasi
f.
Mencacatkan
pesan Komunikasi
Namun,
menurut Hafied Cangara, pada dasarnya gangguan komunikasi dibedakan atas 7
macam, yaitu:
a. Gangguan Teknis
b. Gangguan Semantik
c. Gangguan Psikologis
d. Gangguan Fisik
e. Gangguan Status
f.
Gangguan
Kerangka Berpikir
g. Gangguan Budaya
1. Sifat
Hambatan Komunikasi
a) Hambatan Komunikasi Objektif
Hambatan komunikasi yang bersifat objektif maksudnya adalah hambatan yang terjadi terhadap proses komunikasi yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain tetapi lebih disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan. Contohnya karena cuaca, kebisingan kalau komunikasi di tempat ramai, waktu yang tidak tepat, penggunaan media yang keliru, ataupun karena tidak adanya chemistry antara komunikator dengan komunikan.
b) Hambatan Komunikasi Subjektif
Hambatan komunikasi yang bersifat Subjektif maksudnya hambatan yang sengaja di buat orang lain sebagai upaya penentangan, misalnya pertentangan kepentingan, prasangka, tamak, iri hati, apatisme, dan mencemoohkan komunikasi.
2. Klasifikasi Hambatan Komunikasi
Hambatan komunikasi diklasifikasikan menjadi:
a) Gangguan (Noises), terdiri dari:
b) Kepentingan
(Interest)
Interest akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan. Orang akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya dengan kepentingannya. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita tetapi juga menentukan daya tanggap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang akan merupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan.
c) Motivasi
Motif atau daya dorong dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya. Pada umumnya motif seseorang berbeda-beda jenis maupun intensitas dengan yang lainnya, termasuk intensitas tanggapan seseorang terhadap suatu komunikasi. Semakin komunikasi sesuai motivasinya semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik oleh pihak komunikan.
d) Prasangka (Prejudice)
Sikap seseorang terhadap sesuatu secara umum selalu terdapat dua alternatiflike and dislike, atau pun simpati dan tidak simpati. Dalam sikap negatif (dislike juga tidak simpati) termasuk prasangka yang akan melahirkan curiga dan menentang komunikasi. Dalam prasangka emosi memaksa seseorang untuk menarik kesimpulan atas dasar stereotif (tanpa menggunakan pikiran rasional). Emosi sering membutakan pikiran dan pandangan terhadap fakta yang nyata, tidak akan berpikir secara objektif dan segala yang dilihat selalu akan dinilai negatif.
e) Evasi Komunikasi
Evasi komunikasi adalah gejala mencemoohkan dan mengelakkan suatu komunikasi untuk kemudian mendiskreditkan atau menyesatkan pesan komunikasi. Menurut E. Cooper dan M. Johada yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku “Ilmu, Teori Dan Filsafat Komunikasi” menyatakan beberapa jenis evasi : Menyesatkan pengertian (understanding derailed), contoh : Apabila seorang mahasiswa menyerukan pada teman-temannya untuk meningkatkan prestasi belajar dengan jalan rajin masuk kuliah, rajin membaca, dan menghormati dosen. Maka komunikasinya oleh mahasiswa lain mungkin akan diangggap sebagai usaha mencari muka.
f) Mencacatkan pesan komunikasi (message made invalid)
Maksudnya disini adalah adanya kecacatan dalam pesan yang disampaikan oleh komunikan kepada komunikator.Contoh : Apabila seorang siswa A tidak disenangi oleh siswa B, C, D, dan E. Ketika B melihat A sedang dinasehati guru BP, maka B mengatakan pada C bahwa A sedang dimarahi Guru BP. C mungkin mengatakan pada D bahwa A sedang dimaki-maki Guru BP. Dan D mengatakan pada E bahwa A diskor oleh Guru BP.
Sumber:
http://niablogsuperb.blogspot.com/2013/02/hambatan-komunikasi.html
Analisa:
Hambatan komunikasi akan selalu terjadi kapansaja saat kita sedang berkomunikasi. Hambatan tsb dapat terjadi dikarenakan beberapa hal yang secara umum terdiri dari: faktor internal, dan faktor eksternal.
Berdasarkan sifat hambatan, hambatan komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Hambatan Objektif
b. Hambatan Subjektif
Sedangkan kalau diklasifikasikan hambatan komunikasi meliputi :
a. Gangguan
b. Kepentingan
c.
Motivasi
d. Prasangka
e. Evasi Komunikasi
f.
Mencacatkan
pesan Komunikasi
Namun,
menurut Hafied Cangara, pada dasarnya gangguan komunikasi dibedakan atas 7
macam, yaitu:
a. Gangguan Teknis
b.
Gangguan
Semantik
c.
Gangguan
Psikologis
d. Gangguan Fisik
e.
Gangguan
Status
f. Gangguan Kerangka Berpikir
g. Gangguan Budaya
Disini saya
akan memberikan beberapa cara untuk mengatasi hambatan komunikasi. Berikut kiat-kiat
dalam mengatasi hambatan komunikasi:
1. Berhati-hati dalam menyampaikan atau membuat pesan, maksudnya adalah jika kita mempunyai pesan dan ingin menyampaikan maka tentukanlah tujuan kamunikasi dan komunikan/penerima pesannya.
2.
Gunakan umpan
balik, cara penyampaian komunikasi harus direncanakan dengan baik agar
menghasilkan umpan balik dari si penerima, kemudian memberikan penafsiran
terhadap umpan baik tersebu secara benar.
3. Gunakan komunikasi langsung atau face to
face. Komuikasi langsung dapat mengatasi hambatan karena komunikator dapat
memadukan bahasa verbal dan non verbal, atau selain dengan menyampaikan
komunikasi dengan kata-kata komunikasi disampaikan langsung dengan kontak mata,
mimik wajah, dan bahasa tubuh. Yang membuat komunikasi lebih jelas dan tepat.
4. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Bahasa atau kata yang digunakan, di usahakan bahasa yang dapat mudah dimengerti dan dipahami oles di penerima. Jangan banyak menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti, gunakan kalimat yang sederhana, karena kalimat yang terlalu berbelit-belit akan menyulitkan penerima untuk mencerna pesan.
5. Dapat memahami perbedaan antar individu. Karena setiap individu mempunyai ciri khas dan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, psikologis, dan peendidikan yang berbeda-beda. Maka dengan memahaminya, seseorang dapat menggunakan taktik dalam berkomunikasi.
.A. Macam-Macam Hambatan Komunikasi
a. Hambatan Objektif
a. Gangguan
a. Gangguan Teknis
a) Hambatan Komunikasi Objektif
Hambatan komunikasi yang bersifat objektif maksudnya adalah hambatan yang terjadi terhadap proses komunikasi yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain tetapi lebih disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan. Contohnya karena cuaca, kebisingan kalau komunikasi di tempat ramai, waktu yang tidak tepat, penggunaan media yang keliru, ataupun karena tidak adanya chemistry antara komunikator dengan komunikan.
b) Hambatan Komunikasi Subjektif
Hambatan komunikasi yang bersifat Subjektif maksudnya hambatan yang sengaja di buat orang lain sebagai upaya penentangan, misalnya pertentangan kepentingan, prasangka, tamak, iri hati, apatisme, dan mencemoohkan komunikasi.
2. Klasifikasi Hambatan Komunikasi
Hambatan komunikasi diklasifikasikan menjadi:
a) Gangguan (Noises), terdiri dari:
- Gangguan mekanik (mechanical/channel noise), yaitu gangguan disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.
- Gangguan semantik (semantic noise), yaitu bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Lebih banyak kekacauan penggunaan bahasa, pengertian suatu istilah atau konsep terdapat perbedaan antara komunikator dengan komunikan.
- Gangguan personal (personnel noise), yaitu bersangkutan dengan kondisi fisik komunikan atau komunikator yang sedang kelelalahan, rasa lapar, atau sedang ngantuk. Juga kondisi psikologis, misalnya tidak ada minat, bosan, dan sebagainya.
Interest akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan. Orang akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya dengan kepentingannya. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita tetapi juga menentukan daya tanggap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang akan merupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan.
c) Motivasi
Motif atau daya dorong dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya. Pada umumnya motif seseorang berbeda-beda jenis maupun intensitas dengan yang lainnya, termasuk intensitas tanggapan seseorang terhadap suatu komunikasi. Semakin komunikasi sesuai motivasinya semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik oleh pihak komunikan.
d) Prasangka (Prejudice)
Sikap seseorang terhadap sesuatu secara umum selalu terdapat dua alternatiflike and dislike, atau pun simpati dan tidak simpati. Dalam sikap negatif (dislike juga tidak simpati) termasuk prasangka yang akan melahirkan curiga dan menentang komunikasi. Dalam prasangka emosi memaksa seseorang untuk menarik kesimpulan atas dasar stereotif (tanpa menggunakan pikiran rasional). Emosi sering membutakan pikiran dan pandangan terhadap fakta yang nyata, tidak akan berpikir secara objektif dan segala yang dilihat selalu akan dinilai negatif.
e) Evasi Komunikasi
Evasi komunikasi adalah gejala mencemoohkan dan mengelakkan suatu komunikasi untuk kemudian mendiskreditkan atau menyesatkan pesan komunikasi. Menurut E. Cooper dan M. Johada yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku “Ilmu, Teori Dan Filsafat Komunikasi” menyatakan beberapa jenis evasi : Menyesatkan pengertian (understanding derailed), contoh : Apabila seorang mahasiswa menyerukan pada teman-temannya untuk meningkatkan prestasi belajar dengan jalan rajin masuk kuliah, rajin membaca, dan menghormati dosen. Maka komunikasinya oleh mahasiswa lain mungkin akan diangggap sebagai usaha mencari muka.
f) Mencacatkan pesan komunikasi (message made invalid)
Maksudnya disini adalah adanya kecacatan dalam pesan yang disampaikan oleh komunikan kepada komunikator.Contoh : Apabila seorang siswa A tidak disenangi oleh siswa B, C, D, dan E. Ketika B melihat A sedang dinasehati guru BP, maka B mengatakan pada C bahwa A sedang dimarahi Guru BP. C mungkin mengatakan pada D bahwa A sedang dimaki-maki Guru BP. Dan D mengatakan pada E bahwa A diskor oleh Guru BP.
Sumber:
http://niablogsuperb.blogspot.com/2013/02/hambatan-komunikasi.html
Analisa:
Hambatan komunikasi akan selalu terjadi kapansaja saat kita sedang berkomunikasi. Hambatan tsb dapat terjadi dikarenakan beberapa hal yang secara umum terdiri dari: faktor internal, dan faktor eksternal.
Berdasarkan sifat hambatan, hambatan komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Hambatan Objektif
Sedangkan kalau diklasifikasikan hambatan komunikasi meliputi :
a. Gangguan
d. Prasangka
e. Evasi Komunikasi
a. Gangguan Teknis
1. Berhati-hati dalam menyampaikan atau membuat pesan, maksudnya adalah jika kita mempunyai pesan dan ingin menyampaikan maka tentukanlah tujuan kamunikasi dan komunikan/penerima pesannya.
4. Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Bahasa atau kata yang digunakan, di usahakan bahasa yang dapat mudah dimengerti dan dipahami oles di penerima. Jangan banyak menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti, gunakan kalimat yang sederhana, karena kalimat yang terlalu berbelit-belit akan menyulitkan penerima untuk mencerna pesan.
5. Dapat memahami perbedaan antar individu. Karena setiap individu mempunyai ciri khas dan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, psikologis, dan peendidikan yang berbeda-beda. Maka dengan memahaminya, seseorang dapat menggunakan taktik dalam berkomunikasi.
No comments:
Post a Comment